Mengapa Manusia Disebut Makhluk
Sempurna
Manusia
adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk
lainnya. Berbeda dengan makhluk lainnya yang diciptakan oleh Allah SWT, manusia
memiliki yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya, yaitu kemampuan berfikir.
Manusia dengan hewan memang sama-sama memiliki otak, akan tetapi otak yang
dimiliki oleh manusia dapat digunakan untuk berfikir secara baiknya, sedangkan
hewan otaknya tidak digunakan secara semestinya, serta manusia dapat berbahasa
yang dapat disaling mengerti. Maka dari hal tersebut, manusia adalah makhluk yang
paling sempurna diciptakan oleh Allah.
Sebenarnya,
Allah SWT telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna. Hal ini
tertuang dalam Al- Qur’an di Surah At-Tin ayat 4 “ Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang
sebaik-baiknya”. Apa yang terlintas dalam benak kita saat membaca
ayat tersebut. Malukah?. Allah sendiri yang mengatakan bahwa ciptaan-NYA yang
bernama manusia adalah bentuk yang terbaik dari bentuk-bentuk yang lain. Lantas
mengapa dengan berani kita mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang tidak sempurna?
Sekarang, siapakah yang menciptakan manusia sehingga berani mengatakan bahwa
manusia itu tidak sempurna? Kita sebagai manusia ataukah Allah sebagai tuhannya
manusia.
Bermain
dengan ungkapan yang menyangkut dengan ciptaan Allah adalah sebuah hal yang
sebaiknya kita hindari. Hal ini bisa-bisa malah akan menyinggung sisi tauhid. Menyakini
bahwa segala ciptaan Allah tidak ada yang cacat. Segala sistemnya juga tidak
ada satupun yang cacat. Tidak sedikitpun cacat dari sebuah kesempurnaan.
Manusia merupakan makhluk yang paling mulia yang
berbeda dari makhluk-makhluk yang lain. Manusia berbeda dengan binatang.
Binatang hanya dibekali dengan insting, sedangkan manusia mempunyai akal
fikiran, perasaan (Qolbu) dan bentuk fisiknya yang sangat sempurna. Manusia
juga berbeda dengan tumbuhan, malaikat, iblis dan makhluk lainnya.
“Dan
sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratn
dan dilautan, kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan kami lebihkan
mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami
ciptakan”. (Q.S Al Isra’: 70)
Ayat
Al-Qur’an diatas menerangkan dengan jelas bahwasannya manusia adalah makhluk
Tuhan yang diciptakan dengan kelebihan yang sempurna. Ayat diatas adalah bukti
nyata bahwa manusia adalah makhluk sempurna (tidak ada keraguan atas Firman
Allah SWT). Untuk melihat kesempurnaan diri kita, cobalah untuk bercermin.
Lihatlah betapa sempurnanya diri kita dari ujung kaki sampai ujung rambut.
Sebagai contoh sederhana, amatilah begitu sempurnanya Bulu Mata kita. Bentuk,
panjang, dan posisinya begitu proporsional dan sempurna (coba bayangkan bulu
mata kita tumbuh lebih lebat dari rambut.. pastii mengerikan)
Manusia memiliki semuanya, mulai dari
sifat yang jelek, sampai pada sifat yang sangat mulia. Dan tidak ada lagi
makhluk yang sesempurna manusia dimuka bumi sebagai makhluk yang sempurna.
Manusia itu diberikan kebebesan memilih oleh Allah. Memilih sendiri tempat
huninya, gaya huninya, dan menerima semua konsekuensi atas pilihannya. Dan
sekali lagi, semuanya adalah faktor pendukung kesempurnaan manusia. Jikau ada
yang cacat maka Allah menantang kita untuk mencari dimanakah sebuah nikmat itu
dapat didustakan oleh kita yang menamakan manusia. Bukankah manusia itu adalah
sebuah kesempurnaan yang sempurna sehingga mewajibkan kita mensyukuri dengan
menuruti segala perintah-NYA. Karena dengan kesempurnaan tersebutlah Allah
membuktikan kepada manusia sebagai tuhannya manusia. Tuhan jin, Tuhannya
malaikat, dan Tuhan segala alam.
Maka dari itu, Fitrah kita sendirilah yang harus menjadi tujuan hidup kita. Dengan kembali ke fitrah kita, maka kita akan diberi hak kita yaitu menjadi Makhluk Allah SWT yang paling sempurna. Kesempurnaan manusia sebagai makhluk Allah SWT tidak dilihat dari segi fisik (kecantikan ataupun ketampanan seseorang), tapi sempurna dimata Allah SWT adalah siapa yang paling bertaqwa diantara mereka semua. Allah berfirman dalam (Q.S Al-Hujurat : 13)
Sumber :Maka dari itu, Fitrah kita sendirilah yang harus menjadi tujuan hidup kita. Dengan kembali ke fitrah kita, maka kita akan diberi hak kita yaitu menjadi Makhluk Allah SWT yang paling sempurna. Kesempurnaan manusia sebagai makhluk Allah SWT tidak dilihat dari segi fisik (kecantikan ataupun ketampanan seseorang), tapi sempurna dimata Allah SWT adalah siapa yang paling bertaqwa diantara mereka semua. Allah berfirman dalam (Q.S Al-Hujurat : 13)
http://amvanalion.blogspot.com/2013/04/manusia-makhluk-paling-sempurnabaik.html , http://rofialip.blogspot.com/2012/01/manusia-merupakan-makhluk-sempurna.html , http://rizkywardhanie293.blogspot.com/2010/10/manusia-adalah-makhluk-ciptaan-allah.html
Apakah manusia yang terlahir cacat fisik / mentalnya masih bisa dikatakan makhluk sempurna? Manusia yang berbuat kejahatan dan membunuh tanpa belas kasih masih bisa dikatakan mahkluk yang berperasaan?
BalasHapusManusia dapat melakukan apapun yang tidak bisa dilakukan oleh binatang, oleh karena itu manusia juga punya sifat buas lebih dari binatang! Hanya saja org selalu menutupinya dangan kata "sempurna". Manusia menurut saya tidak dilahirkan dengan kesempurnaan, namun manusia mencoba untuk menggapai itu, dengan melatih jiwa dan raga.
Betul�� daripada Hewan yg cacat��
BalasHapusManusia itu bisa menjadi malaikat untuk seseorang & bisa Menjadi syetan untuk orang lain ..?! Smua tergantung AmaL Perbuatannya��
Manusia itu Mahluk Bukaan ???
BalasHapusApapun itu selama Ia bernama Manusia, maka dia adalah Mahluk PALING sempurna dibandingkan mahluk Apapun.
Manusia itu Mahluk Bukaan ???
BalasHapusApapun itu selama Ia bernama Manusia, maka dia adalah Mahluk PALING sempurna dibandingkan mahluk Apapun.