1. Pengertian
sistem dan informasi
a. Pengertian
sistem
Sistem adalah kumpulan komponen
dimana masing-masing komponen memiliki fungsi yang saling berintekasi dan
saling tergantung serta memiliki satu kesatuan yang utuh untuk bekerja mencapai
tujuan tertentu (Nuraida, 2008). Sedangkan sistem menurut Amsyah, (1977) adalah
himpunan sesuatu “benda” nyata atau abstrak (a set approach) yang terdiri dari bagian-bagian atau
komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, beketergantungan, dan
saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (unity) untuk mencapai tujuan tertentu
secara efisien dan efektif. Dan sistem menurut Indrajit (dalam Hutaharean,
2014) mengemukakan bahwa sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari
komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan
komponen yang memiliki fungsi yang saling berkaitan atau saling terhubung satu
sama lainnyauntuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif.
b. Pengertian
informasi
Informasi adalah data dengan tolok
banding, atau data yang telah diolah menjadi suatu kesimpulan yang mempunyai
makna lebih jika dibandingkan dengan data semula (Nuraida, 2008). Informasi menurut
Amsyah, (1977) adalah data yang sudah diolah dengan cara tertentu menjadi
bentuk yang sesuai dengan keperluan penggunaan informasi bersangkutan. Sedangkan
informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih
berarti bagi penerimanya. Sumber informasi adalah data, data kenyataan yang
menggambarkan suatu kejadian-kejadian (Hutaharean, 2014).
Jadi dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data
yang sudah diolah dan sudah menjadi bentuk yang lebih berguna serta menjadi suatu kesimpulan yang mempunyai makna
lebih dengan keperluan pengunaan informasi yang bersangkutan.
c. Pengertian
sistem informasi
Sistem informasi menurut Hutaharean, (2014) adalah
suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan
traksaksi harian, medukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi
dari suatu orgnisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan
yang dibutuhkan.
Sistem informasi menurut Komarudin, (dalam Nuraida,
2008) adalah merupakan seperangkat prosedur yang terorganisasi dengan
sistemastik yang jika dilaksanakan akan menyediakan informasi yang dapat
dimanfaatkan dalam proses pembuatan keputusan. Sedngkan sistem informasi adalah
pekerjaan informasi yang dilakukan berdasarkan konsep sistem (Amsyah, 1977).
Jadi dapat dikatakan bahwa sistem infromasi adalah
seperangat prosedur yang terorganisasi dengan sistematik untuk medapatkan
informasi yang bermanfaat atau informasi nyang dibutuhkan.
2. Pengertian
sistem informasi psikologi

Psikologi menurut Faizah dan Effendi, (2006) adalah
ilmu pengetahuan yang mempelajari atau menyelidiki tentang tingkah laku manusia
atau binatang seperti yang tampak secara lahir.
Psiklogi adalah kajian
mengenai jiwa atau aspek rohani manusia dan hewan secara saintifik (Hasim,
Razali & Jantan, 2003). Psikologi adalah suatu displin ilmu yang mempelajar
perilaku dan proses mental serta bagaimana kedua hal tersebut dapat
mempengaruhi keadaan fisik, keadaan mental, dan lingkungan eksternal dari suatu
organisme (Wade & Tevris, 2007).
Jadi
dapat disimpulkan bahwa psikolgi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku
manusia serta proses mental dari manusia itu sendiri.
Setelah
membahas pengertian sistem informasi dan psikologi itu sendiri, jadi dapat
disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah hubungan atau interaksi
antara sistem komputer dengan manusia yang mengelola teknologi tersebut sehingga mengahasilkan informasi yang berguna
bagi manusia.
3. Arsitektur
Komputer
Arsitektur komputer mempelajari atribut-atribut sistem komputer yang
terkait dengan seorang programmer dan memiliki dampak langsung pada eksekusi
logis sebuah program, contoh : set instruksi, jumlah bit yang digunakan untuk
merepresentasikan bermacam-macam jenis data (misal bilangan, karakter),
aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan dan mekanisme I/O (Erwin,
Feradila, Alhaq, dkk., 2010). Arsitektur
computer menurut Suryadi, (1994)
merupakan suatu konsep perencaan dan juga strukturpengoperasian dasar dari
suatu sistem komputer atau ilmu yang bertujuan untuk perencaan sistem komputer.
Dapat dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus sebagai suatu seni mengenai cara
interkoneksi antara berbagai komponen perangkat keras (hardware) untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi
kebutuhan fungsional, kinerja, dn juga target biaya. Sedangkan menurut
Syafrizal (2005) Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur
pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer.
Jadi
dapat disimpulkan bahwa arsitektur komputer adalah suatu konsep yang meliputi
perencanaan, pelaksanaan, pengaturan dan evaluasi yang dilakukan untuk
menjalankan sistem yang telah dibuat supaya dapat digunakan.
4.
Struktur kognisi manusia
Struktur kognisi menurut Nudiaman, (2007) adalah keseluruhan pengetahuan
yang dapat merupakan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan
kejadian-kejadian alam sekitarnya. Struktur kognisi adalah kumpulan pengetahuan
dalam kognisi individu (Budyartati, 2014). Sedangakan struktur kognisi menurut
Hamid, (2007) adalah dibentuk oleh
proses adaptasi yang berlaku dengan cara yang teratur bagi penyesuaian dengan
sekitar.
Jadi dapat disimpulkan bahwa
struktur kognisi adalah keseluruhan pengetahuan yang didapatkan oleh manusia
dari lingkungan sekitar untuk memahami dan menyesuaikan kejadia yang ada
disekitar.
5.
Kaitan antara arsitektur komputer dengan strukur kognisi manusia
Dari
pembahasan yang sudah saya jelaskan, memang pada dasarnya komputer dan manusia saling
berkaitan karena manusia membutuhkan program-program yang ada dalam program
komputer yang dibutuhkan sebagai cara mempermudah pekerjaan menggunakan program
yang sesuai dengan apa yang ingin di kerjakan si pengguna. Karena itu, komputer dan kognisi manusia hampir
sama yaitu mampu memproses informasi. Komputer dapat memproses informasi
dikarenakan oleh kognisi (otak) manusia yang mengoperasikannya. Itulah sebabnya
arsitektur computer dan struktur kognisi manusia berhubungan.
Manusialah
yang menciptakan komputer dengan sistem yang menyerupai kognisi manusia dengan
maksud mempermudah manusia dalam pekerjaannya. Karena manusia memiliki otak
yang melakukan proses memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan
melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar,
membayangkan, berbahasa yang disebut sebagai kognisi.
6.
Kelemahan dan
kelebihan arsitektur komputer dengan struktur kognisi manusia.
Menurut saya ada kelebihan mapupun kekuragan dari
arsitektur komputer bila di bandingan dengan struktur kognisi manusia, berikut
penjelasan mengenai kelebihan dan kelemahan arsitektur komputer dengan struktur
kognisi manusia.
Kelebihan
:
Ø Pada umumnya komputer dapat melakukan operasi
matematika dan logika dengan sangat cepat.
Ø Komputer dapat melakukan perhitungan
angka yang rumit dengan lebih cepat dan lebih akurat dibandingkan dengan
kemampuan manusia.
Ø Dalam waktu yang sama, komputer dapat melakukan ribuan
simulasi dan menghasilkan ribuan data, dan lain-lain.
Kelemahan :
Ø Otak
manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk mempelajari peraturan-peraturan
baru, hubungan-hubungan, konsep-konsep dan pola-pola yang dapat
digeneralisasikan pada situasi-situasi baru. Sedangkan komputer memiliki
kemampuan yang terbatas untuk mempelajari sesuatu bahkan mengeneralisasikan
sesuatu.
Ø Komputer
tidak memiliki emosi seperti manusia.
Ø Komputer
tidak dapat melakukan generalisasi.
Ø Komputer
tidak mampu membuat kesimpulan.
Ø Manusia
lebih unggul dalam mengenali wajah,
Sumber :
Amsyah, Z. (1977). Manajemen sistem informasi. Jakarta : PT. gramedia pustaka utama.
Budyartati, S. (2014). Problematika pembelajaran di sd. Yogyakarta : Deepublish.
Erwin,
Feradila, F., Alhaq, F., dkk. (2010). Arsitektur komputer. Depok: Universitas Gunadarma
Faizah,
& Effendi, L. M. (2006). Psikologi
dakwah. Jakarta : Prenadamedia.
Hamid,
M. A. A. (2003). Meningkatkan daya fikir.
Kuala lumpur : BS print (M) Sdn. Bhd.
Hasim,
S., Razali, M., Jantan, R. (2003). Psikologi
pendidikan. Kuala lumpur : PTS professional
publishing.
Hutahaean,
J. konsep sistem informasi.
Yogyakarta : Deepublish.
Nuraida,
I. (2008). Manajemen administrasi
perkantoran. Yogyakarta : Konisius.
Nurdiarman.
A. (2007). Pendidikan kewarganegaraan :
kecakapan berbangsa dan bernegara.
Bandung : Pribumi mekar.
Suryadi, H. S. D. (1994).
Pengantar Arsitektur Komputer. Depok: Gunadarma.
Syafrizal, M. (2005). Pengantar jaringan
komputer. Yogyakarta: Andi Offset.
Wade,
C. & Tavris, C. (2007). Psikologi.
Jakarta : Erlangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar