Rabu, 01 November 2017

#SIP CBIS, SISTEM PAKAR DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE



A.    1. CBIS (Computer Based Information System)

a)      Definisi CBIS (Computer Based Information System)
Menurut Fatta (2007) Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis.
Istilah CBIS sebenarnya mengacu pada sistem informasi yang dikembangkan berbasis teknologi komputer.
Computer Based Information System = Hardware + Software + People +                                                                                Producer + Information
b)      Evolusi CBIS (Computer Based Information System)
Menurut Umar (2005) Evolusi sistem informasi yang berbasis komputer yang tahapannya memperlihatkan perkembangan kemajuan tekonolgi sistem informasi sekaligus pemanfaatannya oleh orang-orang yang berkepentingan dalam perusahaan, berikut evolusi CBIS :
1)      AIS (Accounting Information System)
Aplikasi AIS menggunakan komputer hanya bersifat pengolahan data perusahaan secara sederhana, dimana informasi untuk manajemen masih merupakan produksi sampingan.
2)      MIS (Management Information System)
Konsep MIS menghendaki bahwa aplikasi komputer mempunyai tujuan utama untuk menyajikan informasi manajemen. MIS merupakan satu sumber daya organisasi yang menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok manajer secara umum yang mewakili suatu unit organisasi seperti suatu tingkat manajemen atau suatu area fungsional.

3)      DSS (Decision Support System)
Adalah sistem pengahasil informasi yang ditunjukkan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer serta mengambil keputusan. Jadi DSS mendukung satu orang manajer sekalipun dengan masalahnya sendiri-sendiri.
4)      OA (Office Automatic)
Description: https://tse1.mm.bing.net/th?id=OIP.h_tA1kTntfBM7MubxNETSwEsCp&pid=15.1&P=0&w=277&h=157Description: https://tse3.mm.bing.net/th?id=OIP.UBij0Jfw98BaWiGaShcyNQEsDK&pid=15.1&P=0&w=227&h=154Aplikasi OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan productivitas diantara manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik, seperti modem, fax, word-prossesing, e-mail, dan desktop publishing.
5)       ES (Expert System)
Ide dasar kecerdasan buatan (AI) adalah bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia. Bagian khusus dari AI adalah sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis pakar (expert system). Sistem pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis dalam satu area fungsional. Sebagai contoh, sistem pakar dapat menyediakan sebagai bantuan yang sama seperti yang diberikan oleh seorang konsultan manajemen.

2.      DATA
Menurut Amsyah (2005) data adalah bahan utama dari pekerjaan manajemen sistem informasi. Tanpa data, pekerjaan informasi tidak akan pernah ada. Data adalah fakta yang terjadi karena adanya kegiatan organisasi yang terjadi pada lini transaksi, manajemen lini bawah, lini tengah, dan lini atas. Sedangkan data menurut Marsigit (2009) adalah keterangan atau informasi mengenai suatu hal.
a)      Hirarki Data
Hirarki data menurut Mulyani (2016) merupakan penorganisasian data menjadi hirarki-hirarki atau tingkatan tertentu. Pengorganisasian ini ditujuakan agar bisa diatur dengan baik sehingga bisa menghasilkan suatu informasi yang baik pula. Data bisa diorganisasikan menjadi enam tingkatan, yaitu :
1)      Bit, adalah unit terkecil dari data yang di representasikan dengan nilai 0 dan 1, dimana nilai 0 berarti tidak mempunyai arus listrik sedangkan 1 mempunyai arus listrik.
2)      Byte, adalah kemapuan dari bit-bit yang membentuk suatu karakter.
3)      Field (elemen data), adalah kumpulan karakter yang membentuk suatu kelompok data atau angka.
4)      Record, adalah sekumpulan field yang saling berhubungan.
5)      File, adalah kumpulan record yang berhubungan dengan objek tertentu.
6)      Database, adalah kumpulan data yang yang tersimpan ke dalam file-file.
b)      Penyimpanan Data Sekunder
Menurut Sulianta (2016) Storage device atau media penyimpanan. Istilah ini mengacu pada media penyimpanan sekunder (secondary storage device). Salah satu istilah yang mengacu pada media penyimpanan sekunder, antara lain DASD dan SASD.
1)      Direct Access Storage Device (DASD) yaitu proses yang lebih cepat di banding SASD, karena untuk mengambil data tertentu tidak perlu dari awal berurutan.
2)      Sequential Access Storage Device (SASD) yaitu proses yang lambat karena untuk mencari data tertentu harus dimulai dari awal.

c)      Database & DBMS (Database Management System)
Database menurut Sulianta (2016) adalah sumber penting dalam pengalokasiandata dan menganalisa data. Menurut McLeod dan Schell (2007) mengatakan DBMS adalah software aplikasi yang digunakan untuk menyimpan struktur database, data, relasi dan table, form dan report. Sedangkan Romey dan Steinbart (2015) berpendpat bahwa DBMS merupakan interface yang menghubungkan database dengan program lainnya. Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa DBMS merupakan sebuah software aplikasi yang digunakan untuk menyimpan, memelihara dan mengolah database serta sebagai interface (jembatan) anatara database dengan program lainnya.
d)     Peranan Database & DBMS (Database Management System) dalam Psikologi
Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Databse terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan terhadap banyak user, dari masing-masing user akan menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya. Salah satu contohnya dalam bidang psikologi, khususnya pada bidang Psikologi Industri dan Organisasi penggunaan (PIO) database sangatlah dibutuhkan agar dapat memudahkan pihak HRD untuk melihat atau mengecek data-data yang diperlukan dari seorang pegawai atau calon pegawai diantara 1000 pegawai yang ada.

B.     Sistem Pakar  AI
Description: https://tse2.mm.bing.net/th?id=OIP.hcrhgPzzGIEglMZQHSzauwE8DF&pid=15.1&P=0&w=244&h=153
1.      Definisi Sistem Pakar dan AI
Sistem pakar (expert system) menurut McLeod (2008) adalah program komputer yang berusaha untuk mewakili pengetahuan keahlian manusia dalam bentuk heuristik. Istilah heuristik adalah berasal dari kata yunani eureka yang berarti “menemukan”. Heuristik adalah aturan yang menjadi patotakan atau aturan untuk menebak dengan baik.
Sedangkan menurut McLeod (2008)  kecerdasan buatan (artificial intelligence-AI) adalah aktivitas penyediaan mesin seperti komputer dengan kemampuan untuk menampilkan perilaku yang akan dianggap sama cerdasnya dengan jika kemampuan tersebut ditampilkan oleh manusia. AI merupakan aplikasi komputer yang paling canggih karena aplikasi ini berusaha mencontoh cara pemikiran  manusia.
2.      Sejarah Sistem Pakar dan AI
Description: https://tse1.mm.bing.net/th?id=OIP.nuomN8XYCo59cxFuvZ4HugEsB3&pid=15.1&P=0&w=315&h=126
Sejarah sistem pakar menurut Kusrini (2006) yaitu mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960-an oleh Artificial Intellegence Corporation. Periode penelitian Artificial Intellegence didominasi oleh suatu keyakinan bahwa nalar yang digabungkan dengan komputer canggih akan menghasilkan prestasi pakar atau bahkan manusia super. Suatu usaha kea rah ini adalah Genral Purpose Problem-Solver (GPS). GPS yang sebuah prosedur yang dikembangkan oleh Allen Newell, John Cliff Shaw, dan Herbert Alexander Simon dari Logic Theorist merupakan sebuah percobaan untuk menciptakan mesin yang cerdas. GPS sendiri merupakan sebuah Predesessor menuju Expert System (ES). GPS berusaha menyusun langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mengubah situasi awal menjadi state tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.sistem pakar untuk melakukan diagnosis kesehatan telah dikembangkan sejak pertengahan tahun 1970. Sistem pakar untuk melakukan diagnosis pertama dibuat oleh Bruce Buchanan dan Edward Shortliffe di Stanfors University yang diberi nama MYCIN yang merupakan program interaktif yang melakukan diagnosis penyakit meningitis dan infeksi bercemia serta memberikan rekomendasi terapi antimikrobia. 
Menurut McLeod (2008)  sejarah AI yaitu bibit AI pertama kali disebar hanya dua tahun stelah General Electric menerapkan komputer yang pertama kali digunakan untuk penggunaan bisnis. Tahun itu adalah tahun 1956, dan istilah kecerdasan buatan pertama kali dibuat oleh John McCarthy sebagai tema suatu konferensi yang dilaksanakan di Darmouth Collage. Pada tahun yang sama, program komputer AI pertama kali yang disebut Logic Theorist, diumumkan. Kemampuan Logic Theorist yang terbatas untuk berpikir (membuktikan teorema-teorema kalkulus) mendorong para ilmuan untuk merangcang program yang lain yang disebut General Problem Solver (GPS), yang ditunjukkan untuk digunakan dalam memecahkan segala macam masalah. Proyek ini ternyata membuat para ilmuan yang yang pertama kali menyusun program ini kewalahan, dan riset AI dikalahkan oleh aplikasi-aplikasi komputer yang tidak terlalu antusius seperti SIM dan DSS. Namun seiring waktu, riset yang terus-terusan akhirnya menumbuhkan hasil, dan AI telah menjadi wilayah aplikasi komputer yang solid.  Wilayah AI diterapkan di dunia bisnis dalam dalam bentuk sistem pakar, jaringan saraf tiruan, algoritme genetik, dan agen cerdas.
3.      Hubungan AI dengan Kognisi Manusia
Teknologi Artificial Intelligence memiliki hubungan yang erat dengan dunia teknologi komunikasi dan informasi. Sama seperti proses komunikasi, Artificial Intelligence menaruh perhatian yang besar terhadap konsep kognisi. Salah satu fungsi kognisi yang kita kenal adalah bahasa. Dengan adanya sistem bahasa, komunikasi antara sender dengan receiver dapat berjalan dengan lancar, dan sistem bahasa, lebih spesifiknya sistem computer linguistic, pun telah menyumbang banyak kontribusi bagi perkembangan dunia Artificial Intelligence. Dari relasi ini, bisa terlihat bahwa bahasa sebagai salah satu konsep relevan dalam dunia komunikasi memiliki hubungan yang demikian erat dengan perkembangan teknologi artificial intelligence dari zaman dahulu hingga sekarang. Selain itu, penalaran dan pengambilan keputusan adalah aspek lainnya dari kognisi yang juga memiliki relasi dengan konsep komunikasi dan teknologi artficial intelligence sendiri.
4.         Aplikasi AI dan Sitem pakar untuk Psikologi
Menurut Solso, Machlin & Machlin (2007) Aplikasi AI dan Sitem pakar untuk Psikologi :
a)      ELIZA
Salah satu program komputer pertama yang mampu berkomunikasi, yang ditulis oleh Joseph Weizenbaum (1966). yang dapat mengelabui pengguna hingga mempercayai bahwa mereka sedang bercakap-cakap dengan manusia nyata. Tujuan dari pembuatan program ini adalah untuk meniru pembicaraan antara seorang psikolog dan pasiennya, dalam hal ini, Eliza berperan sebagai psikoterapis dan memberikan saran dan nasihat tentang masalah penggunanya. Kunci metode operasional Eliza melibatkan rekognisi dari isyarat kata-kata atau kalimat input, dan output berupa tanggapan yang telah dipersiapkan atau diprogram, yang dapat meneruskan percakapan dengan suatu cara sehingga tampak bermakna. Jika tidak ada kata kunci yang ditemukan, komputer akan menjawab dengan ciri-cirinya yang tanpa isi.
b)       PARRY
Parry adalah Sistem Pakar yang dikembangkan di Stanford University oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, Hilf, Webber dan Kreamer pada tahun 1972 yang mensimulasikan seorang paranoid sebagai subjek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem paranoid memang ada, perbedaan respon psikotis dan respon normalnya cukup hebat, dan mereka bisa menggunakan penilaian dari seorang ahli untuk mengecek keakuratan dari kemampuan pemisahan antara respon simulasi computer dan respon manusia. Hasilnya mengindikasikan sulit dibedakannya model dn pasien dalam setting yang sangat special.
c)      NETtalk
Program ini jenisnya cukup berbeda, berdasarkan pada jaringan-jaringan neuron, sehinggan dinamakan NETtalk. Program ini dikembangkan oleh Sejnowski di sekolah medis Harvard dan Rosenberg di Universitas Princeton (Heppenheimer, 1988; Sejnowski dan Rosenberg, 1987). Dalam program ini NETtalk membaca tulisan dan mengucapkannya keras-keras. Model stimulasi jaringan neuron terdiri atas beberapa ratus unit (neuron) dan ribuan koneksi. NETtalk emmbaca keras-keras dengan cara konversi tulisan menjadi fenm-fenom, unit dasar dari suara sebuah bahasa. Sistem ini, seperti sistem yang sudah diketahui sebelumnya. NETtalk membaca dengan memperhatikan tulisan satu demi satu, aplikasi yang lebih praktis cukup terlihat apa yang mungki  tidak terlalu terlihat.

5.      Generalisasi Peranan Artificial Intelligent (AI) dalam Bidang Psikologi
Description: ai-03cKomputer yang menggunakan AI dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang objek, kegiatan (events), proses dan dapat memproses sejumlah besar informasi dengan lebih efisien daripada yang data dikerjakan manusia. Namun di sisi lain, dengan menggunakan insting, manusia dapat melakukan hal yang sulit untuk di program pada komputer. Manusia dapat mengenali (recognize) hubungan antara beberapa hal, menilai kualitas dan menemukan pola yang menjelaskan hubungan tersebut.
AI berperan dalam menyelesaikan cara menjelaskan intelligence dan intelligent learning. Psikologi yang didalamnya ada sub bidang ilmu kognitif berperan dalam menyelesaikan cara orang berfikir dan belajar, dan ilmu pendidikan berperan dalam menyelesaikan cara mengajar yang baik. Pembelajaran manusia sangatlah komplek yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan dukungan sistem komputasi, dan jugahanya dengan teori pembelajarn saja sehingga diperlukan perpaduan keduanya.
Daftar Pustaka :
Amsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta : PT. Gramedia    pustaka            utama.
Fatta, H. A. (2007). Analisis & perancangan sistem informasi. Yogyakarta : C.V    Andi Offset.
Kusrini, (2006). Sistem pakar, teori dan aplikasi. Yogyakarta : C.V Andi    Offset.
Marsigit. (2009). Mathematics for junior high scholl. Jakarta : Yudistira.
McLeod, R., & Schell, G.P. (2008). Sistem informasi manajemen, edisi 10. Jakarta:            Salemba Empat.
Mulyani, Sri. (2016). Analisis dan perancangan sistem informasi      manajemenkeuangan daerah. Bandung: Abdi Sistematika
Sulianta, Feri. (2008). Komputer forensik. Jakarta: Gramedia.
Solso R.L, Machlin O.H & Machlin M.K. (2007). Psikologi kognitif edisi kedepalan.          Jakarta : Erlangga
Umar, H. (2005). Riset pemasaran & perilaku konsumen. Jakarta : PT. Gramedia    pustaka utama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar